YEANROA, SUATU HARI
dengan sampan kayu
kita terus saja menelusur
di kelok pantai yang harum
pohon-pohon bintanggur
menggugurkan daun-daun
angin meniup ikal rambut
dan sampan kita makin laju
kita terus saja menelusur
di kelok pantai yang harum
pohon-pohon bintanggur
menggugurkan daun-daun
angin meniup ikal rambut
dan sampan kita makin laju
di teluk ini kuucap sumpahku
akan mendayung seumur hidup
kubawa kau menuju ombak biru
dan tak akan kubiarkan kau takut
kau lihat pulau-pulau yang biru
ke sanalah kelak kita menuju
sebab Tuhan sudah begitu rindu
akan mendayung seumur hidup
kubawa kau menuju ombak biru
dan tak akan kubiarkan kau takut
kau lihat pulau-pulau yang biru
ke sanalah kelak kita menuju
sebab Tuhan sudah begitu rindu
ngilngof, 15 november 1999
yeanroa = sebuah estuari di sebelah barat kei kecil, maluku tenggara
API
api api api api api api
senja merah di ujung matahari
angin menari di gunung saniri
api berlari membakar langit
angin menari di gunung saniri
api berlari membakar langit
api api api api api api
api biru kilaukan lautan
bakar dada didihkan darah
lelaki muntahkan suara
bakar dada didihkan darah
lelaki muntahkan suara
api api api api api api
api putih embun manis
sucikan debu jadi sungai
kilat sambar api mengalir
sucikan debu jadi sungai
kilat sambar api mengalir
api api api api api api
api di ubun-ubun kepala
api ada di dua bola mata
api menyala di darah muda
api ada di dua bola mata
api menyala di darah muda
ambon, 14 mei 2012
ADA BULAN DI ATAS TUNI
ada bulan di atas tuni
sepotong saja sendiri
di ranting kayu putih
diiring lagu jangkrik
sepotong saja sendiri
di ranting kayu putih
diiring lagu jangkrik
ada bulan di atas tuni
basah kuyup oleh gerimis
di awan malam tipis-tipis
dia tak tahan menangis
basah kuyup oleh gerimis
di awan malam tipis-tipis
dia tak tahan menangis
ada bulan di atas tuni
rintik-rintik jadi puisi
seratus suling bernyanyi
mengalirkan sage dan satir
rintik-rintik jadi puisi
seratus suling bernyanyi
mengalirkan sage dan satir
ada bulan di atas tuni
merayu saule dan bidadari
menari di pesta sopi
mabuk sampai pagi
merayu saule dan bidadari
menari di pesta sopi
mabuk sampai pagi
ada bulan di atas tuni
lelaki menggesek violin
di nada-nada tertinggi
magis dan melankoli
lelaki menggesek violin
di nada-nada tertinggi
magis dan melankoli
ada bulan di atas tuni
siapa pergi segera kembali
sebab di tanah yang suci
para biduan jadi suangi
tuni, 6 november 2011
tuni, negeri di puncak gunung sirimau, ambon
siapa pergi segera kembali
sebab di tanah yang suci
para biduan jadi suangi
tuni, 6 november 2011
tuni, negeri di puncak gunung sirimau, ambon
O JANGAN MINTA MAAF
satu batang lilin di meja, kau taruh saat listrik padam
kau baca kitabmu nan suci, ayatnya menutup matamu
kau bermimpi tentang surga yang tak tuntas kau selam
kau baca kitabmu nan suci, ayatnya menutup matamu
kau bermimpi tentang surga yang tak tuntas kau selam
api membakar habis tubuh lilinmu yang begitu kecil
dia menjilat taplak meja lalu memanjat dinding
terus ke atap dan menyeberang ke rumah tetangga
dia menjilat taplak meja lalu memanjat dinding
terus ke atap dan menyeberang ke rumah tetangga
api menyala dan beritanya sampai ke kantor pemadam
sirine meraung-raung, asap menjamur di langit
lima rumah hangus dijilat si jago merah yang lahap
sirine meraung-raung, asap menjamur di langit
lima rumah hangus dijilat si jago merah yang lahap
ada yang paling pilu, tentang seorang bayi terpanggang api
ibu bayi itu meraung dengan segenap suara lalu semaput
dia digotong ke tetangga sampai siuman lalu menangis lagi
ibu bayi itu meraung dengan segenap suara lalu semaput
dia digotong ke tetangga sampai siuman lalu menangis lagi
sang ibu memeluk tiang listrik, sambil memanggil nama bayinya
tapi bayi telah jadi arang, terkurung dalam apimu yang bergairah
api menimangnya dengan sayang sambil menyanyikan ninabobo
tapi bayi telah jadi arang, terkurung dalam apimu yang bergairah
api menimangnya dengan sayang sambil menyanyikan ninabobo
kau lihat ibu itu semaput lagi lalu digotong ke rumah tetangga
setelah siuman, dia berdiri terpaku menatap bola api
dia ingin cair bagai lilin dan hangus menjadi hitam seperti arang
setelah siuman, dia berdiri terpaku menatap bola api
dia ingin cair bagai lilin dan hangus menjadi hitam seperti arang
akankah kau terburu-buru menyembah di kaki perempuan itu
lalu akankah kau mengaku sebagai orang paling bersalah
akankah kau minta seribu maaf dan berharap dia memaafkanmu
lalu akankah kau mengaku sebagai orang paling bersalah
akankah kau minta seribu maaf dan berharap dia memaafkanmu
o, jangan sembrono begitu, jangan dekati perempuan itu
sebaiknya kau menuju api, temuilah bayi yang sedang dijilatnya
ciumlah dia sebagai anakmu, biarkan dirimu juga dimakan api
sebaiknya kau menuju api, temuilah bayi yang sedang dijilatnya
ciumlah dia sebagai anakmu, biarkan dirimu juga dimakan api
o biarkan dirimu jadi arang supaya saat memasuki rumah abadi
kaulah yang menggendong bayi itu seperti ibu kandung
maka saat api padam, jenazahmu memeluk jenazah bayi itu
kaulah yang menggendong bayi itu seperti ibu kandung
maka saat api padam, jenazahmu memeluk jenazah bayi itu
ambon, 17 mei 2012
JEJAK TANAH
aat dia mencangkul musim menjadi seribu guludan
aku rindu bulu ketiaknya yang tak dicukur bertahun-tahun
sebab di situ disimpannya begitu banyak cerita pamali
tapi di dusun ini aku merasa begitu tajamnya sorot mata
yang muncul menyembur dari setiap pori-pori tanah
o tanahku punya tubuh dan nyawa, punya roh dan jiwa
o tanahku punya riwayat hidup dan punya perasaaan
tiba-tiba aku ingin tanahku membuka mulut lebar-lebar
menelan setiap jejak para pengkhianat yang melukainya
supaya jika tiap jejak itu kelak benar-benar terhapus
keringat kakekku akan muncrat lagi seperti mata air
lalu dari tanah yang tua ini akan mengalir satu sungai kecil
kami akan membasuh kaki, tangan dan seluruh tubuh di situ
aku rindu bulu ketiaknya yang tak dicukur bertahun-tahun
sebab di situ disimpannya begitu banyak cerita pamali
tapi di dusun ini aku merasa begitu tajamnya sorot mata
yang muncul menyembur dari setiap pori-pori tanah
o tanahku punya tubuh dan nyawa, punya roh dan jiwa
o tanahku punya riwayat hidup dan punya perasaaan
tiba-tiba aku ingin tanahku membuka mulut lebar-lebar
menelan setiap jejak para pengkhianat yang melukainya
supaya jika tiap jejak itu kelak benar-benar terhapus
keringat kakekku akan muncrat lagi seperti mata air
lalu dari tanah yang tua ini akan mengalir satu sungai kecil
kami akan membasuh kaki, tangan dan seluruh tubuh di situ
ambon, 17 mei 2012
BATU BADAONG
ibuku adalah perempuan yang berjalan kaki ribuan mil jauhnya
dia yang terus bergerak ke muka sambil mencucurkan air mata
dia membiarkan kesedihannya tumpah-ruah menjadi lautan luka
sebab dialah yang mengambil sembilu melukai sendiri jantungnya
dia yang terus bergerak ke muka sambil mencucurkan air mata
dia membiarkan kesedihannya tumpah-ruah menjadi lautan luka
sebab dialah yang mengambil sembilu melukai sendiri jantungnya
ibuku adalah perempuan yang saban hari meredam gemuruh di dada
dia biarkan tenggorokannya sesak dan nafas jadi semakin tersengal
dia bunuh amarah dan membiarkan cinta tetap tumbuh di rahimnya
sebab dialah yang turun dari kemuliaan dan tinggal di sana selamanya
dia biarkan tenggorokannya sesak dan nafas jadi semakin tersengal
dia bunuh amarah dan membiarkan cinta tetap tumbuh di rahimnya
sebab dialah yang turun dari kemuliaan dan tinggal di sana selamanya
ibuku adalah perempuan yang retina matanya telah menjadi retak
dia yang hatinya hancur seperti debu diterbangkan angin topan
dia yang akhirnya berjalan lurus-lurus menuju tempat perhentian
sebab dialah ibuku yang menelan ludahnya sebelum batu menelannya
tawiri, 25 april 2012
dia yang hatinya hancur seperti debu diterbangkan angin topan
dia yang akhirnya berjalan lurus-lurus menuju tempat perhentian
sebab dialah ibuku yang menelan ludahnya sebelum batu menelannya
tawiri, 25 april 2012
BURUNG YOLE-YOLE
seekor burung masuk di biji mataku
dia lalu bertengger di serambi jantung
dikibaskannya sayap yang bulunya basah
dijeritkannya sayap yang tulangnya patah
dia lalu bertengger di serambi jantung
dikibaskannya sayap yang bulunya basah
dijeritkannya sayap yang tulangnya patah
e yole-yole burung e yole-yole
mayole-yole burung e yole-yole
mayole-yole burung e yole-yole
burung itu mematuk biji mataku
tanda cintanya seumur hidup
dia mematahkan paruhnya
lalu meletakkannya di tanah
tanda cintanya seumur hidup
dia mematahkan paruhnya
lalu meletakkannya di tanah
e yole-yole burung e yole-yole
mayole-yole burung e yole-yole
mayole-yole burung e yole-yole
burung itu membuka rongga dada
hatinya luka jantungnya juga luka
dia lalu menangisi air matanya
dia lalu mencucurkan banyak darah
hatinya luka jantungnya juga luka
dia lalu menangisi air matanya
dia lalu mencucurkan banyak darah
e yole-yole burung e yole-yole
mayole-yole burung e yole-yole
mayole-yole burung e yole-yole
burung itu mencium di retak bibirku
dia melepaskan dua pasang sayapnya
dia lalu mengucapkan selamat tinggal
kini burung itu terbang tinggi di langit biru
dia melepaskan dua pasang sayapnya
dia lalu mengucapkan selamat tinggal
kini burung itu terbang tinggi di langit biru
e yole-yole burung e yole-yole
mayole-yole burung e yole-yole
mayole-yole burung e yole-yole
ambon, 13 mei 2012
JENAZAH
aku ingin menciummu, kekasih di bawah pohon nusa indah yang sedang berbunga merah
kau datang penuhi janji, dan aku menciummu satu kali, bibirmu sungguh terasa manis
lalu kau pergi tak pernah kembali, bayangmu saja yang terus menari di bawah bulan
kau datang penuhi janji, dan aku menciummu satu kali, bibirmu sungguh terasa manis
lalu kau pergi tak pernah kembali, bayangmu saja yang terus menari di bawah bulan
tiba-tiba kau datang membawa rindu dan luka dalam kisah-kisah air mata
lalu kau ingin satu ciuman seperti di bawah nusa indah tahun pertama kasmaran
maka aku hanyut dalam romansa yang tertinggal, kekasih, mari bercinta
lalu kau ingin satu ciuman seperti di bawah nusa indah tahun pertama kasmaran
maka aku hanyut dalam romansa yang tertinggal, kekasih, mari bercinta
aku raba jantungmu, tak kudengar detaknya maka kulumat saja bibirmu yang retak
sebentar lagi kuturunkan kau di dalam liang kenangan yang kau gali sendiri
kau pasti tidur di sana sampai lapuk karena sejarah kita tak pernah kembali
sebentar lagi kuturunkan kau di dalam liang kenangan yang kau gali sendiri
kau pasti tidur di sana sampai lapuk karena sejarah kita tak pernah kembali
tual, 30 april 2012
PEREMPUAN-PEREMPUANKU YANG MENUNGGU
kita belum usai menghitung butiran pasir
di pantai pulau kita yang begitu panjang
maka tetaplah menunggu di depan rumah
karena bagaimanapun aku pasti kembali
di pantai pulau kita yang begitu panjang
maka tetaplah menunggu di depan rumah
karena bagaimanapun aku pasti kembali
aku tahu betapa cinta kalian pada langit
seperti juga rasa cinta kalian pada lautan
maka tetaplah pada rosario, litani, novena
karena di katup jari kalian nafasku berbunyi
seperti juga rasa cinta kalian pada lautan
maka tetaplah pada rosario, litani, novena
karena di katup jari kalian nafasku berbunyi
kita belum usai menghitung butiran pasir
dan berapa hembusan angin yang melintas
maka tetaplah menulis lirik dan melodinya
karena Tuhan mencintai mazmur dan puisi
dan berapa hembusan angin yang melintas
maka tetaplah menulis lirik dan melodinya
karena Tuhan mencintai mazmur dan puisi
ambon, 30 mei 2012
SATU AMBISI KECIL
aku punya satu satu ambisi kecil yaitu aku ingin menjadi luka besar
luka itu seperti batang-batang lilin yang merindukan lidah-lidah api
biarkan saja tubuhku hancur lebur asalkan malam-malammu bernyala
luka itu seperti batang-batang lilin yang merindukan lidah-lidah api
biarkan saja tubuhku hancur lebur asalkan malam-malammu bernyala
jangan pernah seseorang datang menyembuhkan lukaku tersayang
sebab kalau sembuh takan ada nanah dan rasa perih tertusuk belati
dan mungkin saja aku lupa pernah terluka lalu aku mabuk kepayang
sebab kalau sembuh takan ada nanah dan rasa perih tertusuk belati
dan mungkin saja aku lupa pernah terluka lalu aku mabuk kepayang
lukaku biarkan saja dia ada di retina yang memerah dan berdarah
lukaku biarkan saja dia ada di bibir yang membiru dibakar matahari
lukaku biarkan saja dia ada di nafasku yang teriris jadi desah-desah
lukaku biarkan saja dia ada di bibir yang membiru dibakar matahari
lukaku biarkan saja dia ada di nafasku yang teriris jadi desah-desah
ambon, 2 agustus 2012