Tuesday, 27 November 2012

Puisi puisi dari deru ombak lautan Maluku karya Rudi Fofid


YEANROA, SUATU HARI

dengan sampan kayu
kita terus saja menelusur
di kelok pantai yang harum
pohon-pohon bintanggur
menggugurkan daun-daun
angin meniup ikal rambut
dan sampan kita makin laju
di teluk ini kuucap sumpahku
akan mendayung seumur hidup
kubawa kau menuju ombak biru
dan tak akan kubiarkan kau takut
kau lihat pulau-pulau yang biru
ke sanalah kelak kita menuju
sebab Tuhan sudah begitu rindu
ngilngof, 15 november 1999
yeanroa = sebuah estuari di sebelah barat kei kecil, maluku tenggara


API



api api api api api api
senja merah di ujung matahari
angin menari di gunung saniri
api berlari membakar langit
api api api api api api
api biru kilaukan lautan
bakar dada didihkan darah
lelaki muntahkan suara
api api api api api api
api putih embun manis
sucikan debu jadi sungai
kilat sambar api mengalir
api api api api api api
api di ubun-ubun kepala
api ada di dua bola mata
api menyala di darah muda
ambon, 14 mei 2012

ADA BULAN DI ATAS TUNI

ada bulan di atas tuni
sepotong saja sendiri
di ranting kayu putih
diiring lagu jangkrik
ada bulan di atas tuni
basah kuyup oleh gerimis
di awan malam tipis-tipis
dia tak tahan menangis
ada bulan di atas tuni
rintik-rintik jadi puisi
seratus suling bernyanyi
mengalirkan sage dan satir
ada bulan di atas tuni
merayu saule dan bidadari
menari di pesta sopi
mabuk sampai pagi
ada bulan di atas tuni
lelaki menggesek violin
di nada-nada tertinggi
magis dan melankoli
ada bulan di atas tuni
siapa pergi segera kembali
sebab di tanah yang suci
para biduan jadi suangi

tuni, 6 november 2011

tuni, negeri di puncak gunung sirimau, ambon


O JANGAN MINTA MAAF



satu batang lilin di meja, kau taruh saat listrik padam
kau baca kitabmu nan suci, ayatnya menutup matamu
kau bermimpi tentang surga yang tak tuntas kau selam
api membakar habis tubuh lilinmu yang begitu kecil
dia menjilat taplak meja lalu memanjat dinding
terus ke atap dan menyeberang ke rumah tetangga
api menyala dan beritanya sampai ke kantor pemadam
sirine meraung-raung, asap menjamur di langit
lima rumah hangus dijilat si jago merah yang lahap
ada yang paling pilu, tentang seorang bayi terpanggang api
ibu bayi itu meraung  dengan segenap suara lalu semaput
dia digotong ke  tetangga sampai siuman lalu menangis lagi
sang ibu memeluk tiang listrik, sambil memanggil nama bayinya
tapi bayi telah jadi arang, terkurung dalam apimu yang bergairah
api menimangnya dengan sayang sambil menyanyikan ninabobo
kau lihat ibu itu semaput lagi lalu digotong  ke rumah tetangga
setelah  siuman, dia  berdiri terpaku menatap bola api
dia ingin cair bagai  lilin dan  hangus menjadi hitam seperti arang
akankah kau terburu-buru menyembah di kaki perempuan itu
lalu akankah kau mengaku sebagai orang paling bersalah
akankah kau minta seribu maaf dan berharap dia memaafkanmu
o, jangan sembrono begitu, jangan dekati perempuan itu
sebaiknya kau menuju api, temuilah bayi yang sedang dijilatnya
ciumlah dia sebagai anakmu, biarkan dirimu juga dimakan api
o biarkan dirimu jadi arang supaya saat  memasuki rumah abadi
kaulah yang menggendong bayi itu  seperti ibu kandung
maka saat api padam, jenazahmu memeluk jenazah bayi itu
ambon, 17 mei 2012

JEJAK TANAH


aat dia mencangkul musim menjadi seribu guludan
aku rindu bulu ketiaknya yang tak dicukur bertahun-tahun
sebab di situ disimpannya begitu banyak cerita pamali
tapi di dusun ini aku merasa begitu tajamnya sorot mata
yang muncul menyembur dari setiap pori-pori tanah
o tanahku punya tubuh dan nyawa, punya roh dan jiwa
o tanahku punya riwayat hidup dan punya perasaaan
tiba-tiba aku ingin tanahku membuka mulut lebar-lebar
menelan setiap jejak para pengkhianat yang melukainya
supaya jika tiap jejak itu kelak benar-benar terhapus
keringat kakekku akan muncrat lagi seperti mata air
lalu dari tanah yang tua ini akan mengalir satu sungai kecil
kami akan membasuh kaki, tangan dan seluruh tubuh di situ
ambon, 17 mei 2012

BATU BADAONG


ibuku adalah perempuan yang berjalan kaki ribuan mil jauhnya
dia yang terus bergerak ke muka sambil mencucurkan air mata
dia membiarkan kesedihannya tumpah-ruah menjadi lautan luka
sebab dialah yang mengambil sembilu melukai sendiri jantungnya
ibuku adalah perempuan yang saban hari meredam gemuruh di dada
dia biarkan tenggorokannya sesak dan nafas jadi semakin tersengal
dia bunuh amarah dan membiarkan cinta tetap tumbuh di rahimnya
sebab dialah yang turun dari kemuliaan dan tinggal di sana selamanya
ibuku adalah perempuan yang retina matanya telah menjadi retak
dia yang hatinya hancur seperti debu diterbangkan angin topan
dia yang akhirnya berjalan lurus-lurus menuju tempat perhentian
sebab dialah ibuku yang menelan ludahnya sebelum batu menelannya
tawiri, 25 april 2012

BURUNG YOLE-YOLE


seekor burung masuk di biji mataku
dia lalu bertengger di serambi jantung
dikibaskannya sayap yang bulunya basah
dijeritkannya sayap yang tulangnya patah
e yole-yole burung e yole-yole
mayole-yole burung e yole-yole
burung itu mematuk biji mataku
tanda cintanya seumur hidup
dia mematahkan paruhnya
lalu meletakkannya di tanah
e yole-yole burung e yole-yole
mayole-yole burung e yole-yole
burung itu membuka rongga dada
hatinya luka jantungnya juga luka
dia lalu menangisi air matanya
dia lalu mencucurkan banyak darah
e yole-yole burung e yole-yole
mayole-yole burung e yole-yole
burung itu mencium di retak bibirku
dia melepaskan dua pasang sayapnya
dia lalu mengucapkan selamat tinggal
kini burung itu terbang tinggi di langit biru
e yole-yole burung e yole-yole
mayole-yole burung e yole-yole
ambon, 13 mei 2012

JENAZAH

aku ingin menciummu, kekasih di bawah pohon nusa indah yang sedang berbunga merah
kau datang penuhi janji, dan aku menciummu satu kali, bibirmu sungguh terasa manis
lalu kau pergi tak pernah kembali, bayangmu saja yang terus menari di bawah bulan
tiba-tiba kau datang membawa rindu dan luka dalam kisah-kisah air mata
lalu kau ingin satu ciuman seperti di bawah nusa indah tahun pertama kasmaran
maka aku hanyut dalam romansa yang tertinggal, kekasih, mari bercinta
aku raba jantungmu, tak kudengar detaknya maka kulumat saja bibirmu yang retak
sebentar lagi kuturunkan kau di dalam liang kenangan yang kau gali sendiri
kau pasti tidur di sana sampai lapuk karena sejarah kita tak pernah kembali
tual, 30 april 2012

PEREMPUAN-PEREMPUANKU YANG MENUNGGU


kita belum usai menghitung butiran pasir
di pantai pulau kita yang begitu panjang
maka tetaplah menunggu di depan rumah
karena bagaimanapun aku pasti kembali
aku tahu betapa cinta kalian pada langit
seperti juga rasa cinta kalian pada lautan
maka tetaplah pada rosario, litani, novena
karena di katup jari kalian nafasku berbunyi
kita belum usai menghitung butiran pasir
dan berapa hembusan angin yang melintas
maka tetaplah menulis lirik dan melodinya
karena Tuhan mencintai mazmur dan puisi
ambon, 30 mei 2012

SATU AMBISI KECIL


aku punya satu satu ambisi kecil yaitu aku ingin menjadi luka besar
luka itu seperti batang-batang lilin yang merindukan lidah-lidah api
biarkan saja tubuhku hancur lebur asalkan malam-malammu bernyala
jangan pernah seseorang datang menyembuhkan lukaku tersayang
sebab kalau sembuh takan ada nanah dan rasa perih tertusuk belati
dan mungkin saja aku lupa pernah terluka lalu aku mabuk kepayang
lukaku biarkan saja dia ada di retina yang memerah dan berdarah
lukaku biarkan saja dia ada di bibir yang membiru dibakar matahari
lukaku biarkan saja dia ada di nafasku yang teriris jadi desah-desah
ambon, 2 agustus 2012

Friday, 23 November 2012

TATA CARA SHALAT TAHAJUD DAN SHALAT DHUHA

Tata cara shalat tahajud dapat disimpulkan secara ringkas sebagai berikut:
  1. Waktu pelaksanaannya adalah setelah shalat isya sampai sebelum waktu shubuh. (Berdasarkan HR. al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah). Tetapi yang paling baik adalah pada sepertiga akhir malam (Berdasarkan HR. Ahmad, Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Jabir).
  2. Shalat tahajud boleh dikerjakan secara berjamaah (berdasarkan HR. Muslim dari Ibnu ‘Abbas), dan boleh juga dilakukan sendirian.
  3. Diawali dengan shalat iftitah dua rakaat. (Berdasarkan HR. Muslim, Ahmad dan Abu Daud dari Abu Hurairah). Adapun cara melaksanakan shalat iftitah adalah sebagai berikut:
    1. Sebelum membaca al-Fatihah pada rakaat pertama, membaca do’a iftitah:
سُبْحَانَ اللهِ ذِي الْمَلَكُوْتِ وَالْجَبَرُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ
“Subhaanallaahi dzil-malakuuti wal-jabaruuti wal-kibriyaa’i wal ‘adzamah”. Artinya: “Maha suci Allah, Dzat yang memiliki kerajaan, kekuasaan, kebesaran, dan keagungan.”
  1. Hanya membaca surat al-Fatihah (tidak membaca surat lain) pada tiap rakaat. (Berdasarkan HR. Abu Daud dari Kuraib dari Ibnu ‘Abbas). Adapun bacaan lainnya seperti; bacaan ruku’, i’tidal, sujud dan lainnya sama seperti shalat biasa.
  2. Shalat iftitah boleh dilakukan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri. (Berdasarkan HR ath-Thabrani dari Hudzaifah bin Yaman)
  3. Setelah itu, melaksanakan shalat sebelas rakaat. Beberapa hadis Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa shalat tahajud bisa dilaksanakan dengan berbagai cara, di antaranya adalah:
    1. Melaksanakan empat rakaat + empat rakaat + tiga rakaat (4 + 4 + 3 = 11 rakaat). (Berdasarkan HR. Al-Bukhari dari ‘Aisyah)
    2. Dua rakaat iftitah + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + satu rakaat (2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 1 = 13 rakaat). (Berdasarkan HR. Muslim dari ‘Aisyah).
  4. Pada shalat witir, hendaknya membaca surat al-A’la setelah al-Fatihah pada rakaat pertama, surat al-Kafirun pada rakaat kedua, dan al-Ikhlas pada rakaat yang ketiga. Setelah salam, sambil duduk membaca:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ (3x)
“Subhanal-malikil-qudduus.” (3x)
Artinya: “Maha Suci (Allah), Dzat Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Suci.”,
dengan mengeraskan dan memanjangkan pada bacaan yang ketiga, lalu membaca:
رَبِّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوحِ
“Rabbil-malaaikati war-ruuh”.
Artinya: “Yang Menguasai para malaikat dan ruh.”
(Berdasarkan HR. al-Baihaqi, juz 3/ no. 4640; Thabrani, juz 8/ no. 8115; Daruqutni, juz 2/ no. 2, dari Ubay bin Ka’ab. Hadis ini dikuatkan oleh ‘Iraqi)
  1. Membaca do’a.
Di antara  do’a-do’a yang dibaca Rasulullah Saw. adalah:
  1. Berdasarkan hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah di dalam hatiku cahaya, di dalam penglihatanku cahaya, di dalam pendengaranku cahaya. Dan (berikanlah) cahaya dari sebelah kananku, cahaya dari sebelah kiriku, cahaya dari atasku, cahaya di bawahku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, dan berikanlah cahaya pada seluruh tubuhku.”
  1. Berdasarkan riwayat Muslim dari ‘Aisyah:
اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (siksa)-Mu. Aku tidak dapat lagi menghitung pujian yang ditujukan kepada-Mu. Engkau adalah sebagaimana pujian-Mu terhadap diri-Mu sendiri.”
  1. Berdasarkan hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ إِلَهِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.
Artinya: “Ya Allah, hanya bagi-Mu segala pujian, Engkau cahaya (penerang) langit dan bumi. Hanya bagi-Mu segala pujian, Engkau Penegak langit dan bumi. Hanya bagi-Mu segala pujian, Engkau Yang Mengatur langit dan bumi beserta isinya. Engkau adalah Dzat yang haq. Janji-Mu adalah benar. Firman-Mu adalah benar. Perjumpaan dengan-Mu adalah benar. Surga adalah nyata. Neraka adalah nyata. Para nabi adalah benar. Hari kiamat adalah nyata. Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berserah diri. Hanya kepada-Mu aku beriman. Hanya kepada-Mu aku bertawakal. Hanya kepada-Mu aku kembali. Hanya atas pertolongan-Mu aku berjuang. Hanya kepada-Mu aku mohon keadilan. Maka ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku lakukan secara sembunyi-sembunyi dan yang terang-terangan. Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau.”
Doa-doa tersebut bisa dibaca ketika sujud, setelah membaca shalawat pada tasyahud akhir, atau ketika selesai shalat.
Sedangkan tata cara shalat dhuha (disebut juga shalat awwabin) adalah sebagai berikut:
  1. Dilaksanakan pada saat matahari sudah naik kira-kira sepenggal atau setinggi tonggak (maksudnya bukan pada waktu matahari baru terbit), dan berakhir menjelang masuk waktu zhuhur (Berdasarkan HR. Muslim dari Ummu Hani’). Dalam Jadwal Waktu Shalat, waktu shalat dhuha dimulai sekitar setengah jam setelah matahari terbit (syuruq).
  2. Shalat dhuha dapat dilaksanakan sebanyak:
  1. Dua rakaat (berdasarkan HR. Muslim dari Abu Hurairah).
  2. Empat rakaat (berdasarkan HR. Muslim dari ‘Aisyah).
  3. Delapan rakaat dengan melakukan salam tiap dua rakaat (berdasarkan HR. Abu Daud dari Ummu Hani’).
  4. Boleh dikerjakan dengan jumlah rakaat yang kita inginkan. Berdasarkan hadis:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ. [رواه مسلم]
Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia berkata; Rasulullah saw mengerjakan shalat dhuha empat rakaat dan adakalanya menambah sesukanya.” (HR. Muslim)
Al-’Iraqi mengatakan dalam Syarah at-Tirmidzi, “Aku tidak melihat seseorang dari kalangan sahabat maupun tabi’in yang membatasi jumlahnya pada dua belas rakaat. Demikian juga pendapat Imam as-Suyuti, dari Ibrahim an-Nakha’i; bahwa seseorang bertanya kepada Aswad bin Yazid, “Berapa rakaat aku harus shalat dhuha?” Ia menjawab, “terserah kamu”. (Fiqh as-Sunnah, jilid 1, hal 251, terbitan Dar al-Fath li al-’Ilam al-Arabi. Hadist-hadist yang menyatakan jumlah rakaatnya dua belas tidak ada yang lepas dari cacat. (Subul as-Salam, juz 2, hal. 19, terbitan Dar al-Kutub al-Ilmiyah)
  1. Sebaiknya tidak dilaksanakan secara terus-menerus setiap hari. Berdasarkan hadis:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى قَالَتْ لَا إِلَّا أَنْ يَجِيءَ مِنْ مَغِيبِهِ. [رواه مسلم]
Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Syaqiq, ia berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah, “Apakah Nabi Saw. selalu melaksanakan shalat dhuha?”, ‘Aisyah menjawab, “Tidak, kecuali beliau baru tiba dari perjalanannya.” [HR. Muslim]
Syu’bah meriwayatkan dari Habib bin Syahid dari Ikrimah, ia mengatakan; “Ibnu ‘Abbas melakukan shalat dhuha sehari dan meninggalkannya sepuluh hari”. Sufyan meriwayatkan dari Mansur, ia mengatakan; “Para sahabat tidak menyukai memelihara shalat dhuha seperti shalat wajib. Mereka terkadang shalat dan terkadang meninggalkannya”. (Zad al-Ma’ad, juz 1, hal 128, terbitan Dar ar-Royyan li at-Turats)
  1. Shalat dhuha dapat dikerjakan secara berjamaah. Berdasarkan hadis:
عَنْ عِتْبَانِ بْنِ مَالِكٍ وَهُوَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّنْ شَهَدَ بَدْرًا مِنَ اْلأَنْصَارِ أَنَّهُ أَتَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنِّى قَدْ أَنْكَرْتُ بَصَرِي وَأَنَا أُصَلِّى لِقَوْمِي وَإِذَا كَانَتِ اْلأَمْطَارُ سَالَ اْلوَادِى بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ وَلَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ أَتَى مَسْجِدَهُمْ فَأًُصَلِّي لَهُمْ وَوَدِدْتُ أَنَّكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ تَأْتِي فَتُصَلِّي فِي مُصَلَّى فَأَتَّخِذُهُ مُصَلًى قَالَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: سَأَفْعَلُ إِنْ شَآءَ اللهُ. قَالَ عِتْبَانُ: فَغَدَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيْقُ حِيْنَ ارْتَفَعَ النَّهَارُ فَاسْتَأْذَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَذِنْتُ لَهُ فَلَمْ يَجْلِسْ حَتَّى دَخَلَ الْبِيْتَ ثُمَّ قَالَ: أَيْنَ تُحِبُّ أَنْتُصَلِّي مِنْ بَيْتِكَ. قَالَ: فَأَشَرْتُ إِلَى نَاحِيَةٍ مِنَ الْبَيْتِ فَقَامَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَبَّرَ فَقُمْنَا وَرَاءَهُ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ. [متفق عليه].
Artinya: “Diriwayatkan dari Itban bin Malik —dia adalah salah seorang shahabat Nabi yang ikut perang Badar dari kalangan Ansar— bahwa dia mendatangi Rasulullah saw lalu berkata: Wahai Rasulullah, sungguh aku sekarang tidak percaya kepada mataku (maksudnya, matanya sudah kabur) dan saya menjadi imam kaumku. Jika musim hujan datang maka mengalirlah air di lembah (yang memisahkan) antara aku dengan mereka, sehingga aku tidak bisa mendatangi masjid untuk mengimami mereka, dan aku suka jika engkau wahai Rasulullah datang ke rumahku lalu shalat di suatu tempat shalat sehingga bisa kujadikannya sebagai tempat shalatku. Ia meneruskan: Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Akan kulakukan insya Allah”. Itban berkata lagi: Lalu keesokan harinya Rasulullah saw dan Abu Bakar ash-Shiddiq datang ketika matahari mulai naik, lalu beliau meminta izin masuk, maka aku izinkan beliau. Beliau tidak duduk sehingga masuk rumah, lalu beliau bersabda: “Mana tempat yang kamu sukai aku shalat dari rumahmu? Ia berkata: Maka aku tunjukkan suatu ruangan rumah”. Kemudian Rasulullah saw berdiri lalu bertakbir, lalu kami pun berdiri (shalat) di belakang beliau. Beliau shalat dua rakaat kemudian mcngucapkan salam”. [Muttafaq Alaih].
عَنْ عِتْبَانَ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي بَيْتِهِ سُبْحَةَ الضُّحَى فَقَامُوا وَرَاءَهُ فَصَلَّوْا بِصَلَاتِهِ. [رواه أحمد والدارقطني وابن خزيمة]
Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Itban ibn Malik, bahwasanya Rasulullah saw mengerjakan shalat di rumahnya pada waktu dhuha, kemudian para sahabat berdiri di belakang beliau lalu mengerjakan shalat dengan shalat beliau.” [HR. Ahmad, ad-Daruquthni, dan Ibnu Hibban]
Ada pula satu hadis riwayat Ahmad, ad-Daruquthni, dan Ibnu Hibban dari A’idz ibn ‘Amr, yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad saw pada suatu kesempatan pernah melaksanakan shalat dhuha bersama para sahabat beliau.
-wordpress kuliahsyariah-