Assalamu'alaikum
wr wb
Surat
ini kutulis dengan hati berbunga. Rasanya terllu cepat kau menginjak dewasa.
tampak matang kau ketika bersibuk mempersiapkan diri, cari tempat tinggal baru.
Waktu kadang seperti sebilah kilatan cahaya. Melesat meninggalkanku bersama
guratan kenangan. Ingatku padamu nak, tak bisa dihapus usia: semasa kecil kau
sekolah TK. Ada rasa takut saatpertama ku antar kau kesana. Tapi guru TK itu
memberi uluran senyum, menyapa seakan beri percaya. Hingga kuyakin kau berada
di tangan pendidik yang selalu bahagia. Rekaman itu berulang-ulang ku saksikan
diantara foto-foto TK mu yang lucu. Olehmu, aku kau buat lupa sulitnya
membesarkanmu seorang diri. Sejak SD kau sudah pintar menyebut nama Ibu Kota
hingga lagu kebangsaan fasih kau lagukan. Di SMP hapalannya sampai menyebut apa
itu tugas MK, di SMU lebih hebat lagi: kau utarakan pendapat tentang keadaan.
Hari ini ku lihat kau bukan anak kecil lagi yang takut pada kenyataan. Sesekali
aku kuatir dan cemas jika kau nanti dapat nilai buruk tapi kenyataanya telah
paksa aku belajar bahwa hidup itu sandarannya adalah sabar dan kekuatannya ada
di rasa percaya. Tak terasa kini kau sudah mahasiswa.
Maka
pesanku nak: Jangan engkau menjadi mahasiswa seadanya. Hanya menjalani kegiatan
sekedarnya: kuliah, pulang, dan bercanda. Kau istimewa bagi ku, maka jadikan
hari-harimu istimewa disana. Hiruplah udara petualangan dengan belajar untuk
menjadi dewasa. Ciri seorang dewasa adalah berani, punya prinsip dan tak ragu
mencoba. Kalau kau bertemu orang sedang susah maka bantulah dan belalah mereka,
kalau kau liat ada kekejian maka lawanlah dan hadapi takutmu itu. Sikap itu
yang konon membuat mahasiswa dianggap agent
of change sikap itu yang membuat mahasiswa dianggap pendobrak kemapanan.
Aku bangga kalau kau mampu tunaikan harapan itu nak. Harapan yang tak sampai aku tuju ketika harus
membesarkanmu.
Itu
sebabnya nak pandai-pandailah menjaga diri. Jangan terlalu larut dengan
kehidupan kampus yang memuja penampilan, juga jangan terlalu cemas ketika
melihat keadaan sehingga kau kucilkan dirimu dan mengutuk semuanya. Terlibatlah
dalam kehidupan sebagai sebagai anak muda optimis , kritis dan meberi pengaruh
positif, jika perlu ajaklah teman-temanmu untuk belajar tidak di kelas tetapi
datangilah mereka yang dilanda kesusahan, belajarlah dari mereka bagaimana
mereka mengatasi permasalahan hidup ini. Apabila mereka tidak mampu lagi maka
kaulah sebagai agent of change harus
mengambil tindakan. Sering-seringlah bergaul dengan orang pemberani agar
semangat beraninya itu bisa tersalurkan kepadamu dan tumbuh didirimu , seperti
kata pepatah bahwa orang yang tinggal
dekat penjual bunga maka dia akan berbau seperti penjual bunga tersebut.
Saya harap kamu mampu untuk menjadi sosok yang pemberani yang mampu untuk
membelah yang benar dan menyalakan yang salah. Aku tak bisa selesaikan kuliahku
karena kehadiranmu. Dan aku tak menyesal karena karena kau adalah pelajaran
paling beharga dan bernilai yang pernah kudapatkan. Kau adalah toga kebahagiaan
hidupku. Dalam usia 5 bulan di perutku, aku sempat merindui masa-masa ketika
aku jadi mahasiswa sepertimu. Tetapi Brecht dengan lantang menghardik pikiranku
:
Disana kau duduk dan berapa banyak
darah ditumpahkan
Hingga kau dapat duduk disana. Apa
cerita semacam ini buat aku bosan?
Baiklah, jangan lupa ada orang lain
duduk disitu sebelum kau yang kemudian malah duduki orang lain.
Angkat kepalamu! Ilmumu itu tak
akan bernilai, kelak kau tau
Dan pelajaran itu akan mandul,
kalau kau oikir menyenangkan.
Kecuali kau ikrarkan kepandaianmu
untuk berjuang melawan musuh-musuh kemanusiaan.
Jangan pernah lupa manusia seperti
kau yang terluka karena kkau bisa duduk disini sementara banyak yang lain
tidak.
Dan sekarang jangan kau tutup
matamu dan jangan kabur.
Tetapi belajarlah untuk
mempelajari, dan cobalah mempelajari untuk apa kau belajar.
Sekarang aku tak lagi menemanimu seperti masa TK dulu.
Aku tak sanggup lagi menggenggam tanganmu untuk ku ajak kamu melihat
kegembiraan seperti waktu kecil dulu. Kini saatnya kau genggam tangan-tangan
kawanmu, rakyatmu kebanyakan yang sedang mengalami kesulitan: buruh yang digaji
kecil, petani yang disita tanahnya, pedagang kecil yang digusur lapaknya,
nelayan yang susah hidupnya, perempuan yang jadi korban KDRT dan tkw yang
sering jadi korban kekeran diluar negeri, orang-orang yang entah kenapa tak
boleh beribada dengan tenang atas keyakinannya.
Kelak
aku bisa cerita pada yang lain kalau anakku bukan sekedar mahasiswa, anakku
belajar jadi dewasa di perguruan tinggi: punya sikap dan tak ragu berkorban
untuk sesama. Anakku bukan duduk dikampus saja tapi di belantara kehidupan
rakyat yang kini mengalami derita. Tugasku hampir selesai, sekarang kulepas kau
bukan pada guru yang penuh perhatian, tempat yang padat aturan, tapi kehidupan
mahasiswa yang sarat petualangan. Tak sabar aku tunggu kabar petualangan darimu
wahai anakku.
Nak,
tak perlu berterimakasih tapi sampaikan rasa terima kasihmu pada rakyat kecil
yang akan memberimu pelajaran tentang kebenaran dan perjuangan. Juga minta
perlindungan dariNya sehingga kau diberi kekuatan Iman, Harapan dan Keteguhan.
Tuhan akan selalu menyertai siapa saja anak muda yang teguh memegang kebenaran
dan berani memeprjuangkannya.
Selamat
berjuang nak, doaku selalu menyertai hari-harimu
Waalaikumsalam.
wr.wb
Aku,
Ibu yang selalu
mencintai dan menyayangimu selamanya.
Eko Prasetyo dan Zely Ariane

No comments:
Post a Comment